Kampung Sumber Makmur Laksanakan Program Padat Karya Tunai Desa Bidang Ketahanan Pangan

TULANG BAWANG, SEPULUHDETIK.CO.ID — Ditengah situasi pandemi Covid-19 yang belum berahir Kampung Sumber Makmur Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang masih bisa melaksanakan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yakni Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa dan Bappenas yang meminta agar setiap desa menjalankan program PKTD.

Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) di Kampung Sumber Makmur di fokuskan pada bidang pertanian guna meningkatkan pertahanan pangan dengan melakukan penanaman jagung di wilayah RK 02 RT 01 dengan luas kurang lebih 1 ha dan penanaman kacang tanah diwilayah RK 01, RT 05 dengan luas kurang lebih 1 ha.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kampung Sumber Makmur Wayan Sudarpe saat wartawan sepuluhdetik.co.id dengan beberapa awak media lain berkunjung dikantornya, Kamis (08/04/2021)

Wayan Sudarpe menjelaskan, bahwa Padat Karya Tunai merupakan program pemerintah berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat kampung, khususnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, bersifat produktif yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, diupayakan bisa mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga ketahanan pangan.

“Allhamdulillah masyarakat kami sangat antusias dan menyambut baik program PKTD ini, karna PKT bisa mempekerjakan masyarakat secara bergotong-royong dan upahpun dibayarkan, ini suatu kegiatan yang membuat warga merasa lebih terasa kebersamaan dan mempererat hubungan emosianal, melalui PKT nantinya kita juga bisa mengelola potensi potensi sumberdaya lokal secara optimal untuk dapat meningkatkan produktifitas, pendapatan dan jual beli masyarakat, diharapkan kedepannya kegiatan PKTD ini bisa membantu pertumbuhan ekonomi di masyarakat dengan memberikan kesempatan kerja sementara ditengah sulitnya ekonomi pada saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” terangnya.

Wayan Sudarpe menambahkan ditahun sebelumnya kegiatan PKTD ini mulanya hanya untuk kegiatan infrastruktur saja. Kemudian di tahun 2021 dengan situasi pandemi covid-19 belum berakhir, maka PKT tidak hanya untuk pekerja pembangunan infrastruktur akan tetapi banyak kegiatan lain untuk menambah pendapatan ekonomi masyarakat, akhirnya PKTD dikembangkan untuk ketahanan pangan guna menjaga kestabilan kebutuhan bahan pokok di Desa, pungkasnya.

Reporter : Handri

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*