Gegara Perahu Hilang, Muhammad Dibacok Adik Kandungnya Sendiri Hingga Pendarahan Berat

Teluk Gelam, Sepuluhdetik.co.id – Muhammad, Warga Desa Muara Telang, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengalami pendarahan berat. Hal tersebut karena Muhammad telah mendapatkan penganiayaan Sulaiman bin Ibrahim berupa bacokan Parang yang mengenai telinga dan dibahu kanan-nya.

Mendapat kejadian tersebut, Muhammad yang seketika itu mengalami pendarahan langsung dilarikan ke RSUD Kayu Agung untuk segera mendapatkan pengobatan intensif. Selasa, 02 Mei 2020.

Adapun kronologis yang berhasil dirangkum Pewarta ialah, masalah perahu kapal yang hilang, hingga berujung penganiayaan dengan luka bacok tersangka S kepada korbannya Muhammad yang tak lain merupakan kakak kandungnya sendiri.

Saat diobati, Muhammad mengatakan hal tersebut dipicu karena hilangnya perahu S yang kehilangannya saya tidak tahu. Ketika perahu hilang saya ada dirumah perahu tersebut hanyut.

Lalu, kami bertemu di pangkalan kejadian didapatlah pengayuhnya. Tiba- tiba, S menghampiri saya, langsung bacoknya dengan parang, saya tidak membalas namun saya minta tolong kepada warga setempat, yang ada disana untuk membawa saya kerumah sakit.

Ditempat berbeda tersangka pelaku pembacokan S, mengatakan bahwa hal tersebut dipicu oleh kehilangannya perahu. Yang dicari di pangkalan tempat kejadian, ketika ditanya korban Muhammad marah, dari situlah tanggan saya di pukul. Saya yang ketika itu sedang membawa parang inggin ke-kebun merasa khilaf membacok Muhammad. jelasnya.

Ditambahkan, Halimah sebagai saksi mata, mengatakan ketika itu S datang dan bertanya kepada Muhammad. Dimana perahu saya?, tanya Sulaiman kepada Muhammad. di jawab Muhammad saya tidak tahu. Belum selesai bicara Sulaiman langsung membacok Muhammad, urainya.

Kepala Desa Muara Telang, Hendra saat dikonfirmasi di kediamannya yang bersangkutan tidak ada ditempat. Tadi keluar pake mobil, entah kemana. Ujar Amran yang tak lain merupakan orang tua Kades Hendra.

Reporter: (M.Ludfi).

About Redaksi 2493 Articles
Teruslah berkarya