Banjir Robohkan Jembatan di Dusun  Busu, Warga Merasa Kesulitan Berharap Pemerintah Segera Perbaiki

SEPULUH DETIK. KOTA BIMA – Jembatan penghubung rumah warga di seberang  sungai, yang terletak di Dusun Busu, Kelurahan Ntobo, Kecamatan Taba Rasanya, Kota Bima, ambruk diterjang banjir, pada Selasa  (12/01/2021) lalu. 

Fadlin, (Tokoh Pemuda) Dusun Busu mengatakan, jembatan gantung tersebut dibangun dua tahun yang lalu, di atas aliran Sungai Dusun Busu, ujarnya Sabtu (16/01/2020). 


Lanjutnya, sebelumnya kondisi jembatan itu dalam kondisi baik dan terawat. Hanya saja, kondisi banjir yang debet airnya lebih besar dari tahun sebelumnya begitu deras, hingga merobohkan pondasi jembatan, katanya.

“Banjir kali ini lebih besar dan parah. Tidak seperti tahun sebelumnya. Banjir tapi tidak sampai merobohkan pondasi jembatan,” ungkapnya.

Jembatan sepanjang 20 meter yang ambruk akibat banjir, jelas membuat masyarakat sekitar kesulitan.

Sebab, jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital bagi perekonomian warga. 
Selain itu, jembatan jadi akses yang dilalui warga ke tempat mereka bertani.


Terkait kondisi ini, saya meminta Pemkot Bima untuk segera ambil tindakan. Merespons keluhan masyarakat terkait putusnya jembatan. 

Ditempat yang sama, Saudara yudi pemuda setempat menambahkan bahwa iya sangat menyangkan pembangunan jembatan yang baru di bangun sekitar dua tahun yang lalu ambruk.


“Semoga Pemkot Bima cepat membangunnya kembali. Mengingat jembatan tersebut dipergunakan oleh masyarakat untuk ke ladang,  dan aktivitas masyarakat lainnya, pintanya. 


Kemudian, jika dibangun kembali, maka kita harapkan dibangun dengan lebih tinggi lagi dari yang ambruk tersebut,” harapnya.

Seharusnya pemerintah bisa menganalisa terlebih dahulu sebelum jembatan di bangun, mengingat jembatan tsb berada di atas sungai yang cukup luas dan aliran sungai pada saat hujan cukup deras.

Besar harapan kami sebagai generasi dusun Busu Kelurahan Ntobo kepada pemkot akan memberikan perhatian Khusus mengingat warga di dusun busu yang mayoritas petani.


(Reporter : Al Azwar Anas) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*