Kapolres Lampung Selatan: Semua Sedang Kita Proses, Baik Percobaan Pencuriannya Maupun Kasus Pengeroyokan Menyebabkan Tewasnya Remaja Warga GSB di Desa Sindang Sari

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin.

Sepuluhdetik.co.id, Lampung Selatan — Sebanyak lima warga Desa Sindang Sari, Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan diduga menjadi dalang terbunuhnya remaja asal Desa Gunung Sugih Besar, Kabupaten Lampung Timur bernama Sulaiman (19) pada hari Sabtu (27/11) lalu.

Korban diketahui merupakan pelajar dari SMK Ma’arif 2 Penajaya, Pugungraharjo, Kabupaten Lampung Timur.

Ia tewas setelah dihakimi massa, karena dicurigai sedang melakukan upaya pencurian bersama dua orang rekannya di Desa Sindangsari, Tanjungbintang, Lampung Selatan.


Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin, membenarkan, setelah memeriksa beberapa saksi, saat ini petugas sudah mengamankan dua orang di kediamannya masing-masing, jelas Kapolres dilansir dari rmollampung.id Kamis 02/12/2021.

 “Saat ini, petugas sudah mengamankan dua orang dan satu orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Edwin.

 Menurutnya, untuk indentitas tersangka belum bisa dijelaskan secara terperinci dikarenakan kasus tersebut masih diproses dan dikembangkan oleh Polres Lampung Selatan. 


“Semua sedang kita proses, baik percobaan pencuriannya maupun kasus pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya remaja warga Gunung Sugih Besar di Desa Sindang Sari,” jelasnya.

 Lebih lanjut, Edwin menjelaskan, bahwa korban dan dua orang rekannya saat itu tidak sedang praktek kerja lapangan (PKL), ketiganya diduga sedang melakukan upaya pencurian di salah satu rumah warga.

 Saat hendak melancarkan aksinya, ketiganya terpergok oleh pemilik rumah yang kebetulan saat itu sedang melakukan ronda.

 “Kami luruskan, bahwa yang dilakukan oleh korban dan dua orang rekannya merupakan murni percobaan pencurian.

Mereka dipergoki oleh tiga orang warga Sindang Sari dan langsung diteriaki.

Kemudian seketika kedua rekan korban melarikan diri sedangkan korban berhasil ditangkap dan menjadi bulan-bulanan warga hingga meregang nyawa,” ujarnya.


Dalam hal ini, tambah Edwin, ia meminta agar semua pihak menahan diri dan tidak terpancing dengan isu yang berkembang.

“Serahkan semua prosesnya dengan pihak berwajib, dan kami memastikan semua akan dapat keadilan sesuai dengan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Sumber berita : rmollampug.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*