Aneh!!!! Gara-gara Memberitakan Pekerjaan, Wartawan Diancam akan Dibunuh

Sepuluhdetik.co.id, Lampung Selatan – Sungguh tragis di Negeri ini, karena Wartawan memberitakan Pekerjaan Pembangunan Jalan di Lampung Selatan, tiba-tiba Wartawan di Telepon oleh orang yang tak dikenal dan mengancam akan membunuh.

Hal ini terjadi kepada Wartawan Tintainformasi.com bernama Amuri saat melaksanakan tugas jurnalistik meliput perehaban  jalan Ruas Lamatang sampai Bandar Lampung bernilai Milyaran rupiah.

Berikut Rekaman suara yang dikirimkan Narasumber bernama Amuri pada sepuluh detik melalui Telepon selulernya, Selasa (16/11/2021).

Dengan kejadian tersebut, Amuri berencana akan melaporkan hal tersebut ke Polda Lampung esok hari. Amuri mengatakan, untuk menghindari hal buruk terkait ancaman dan intimidasi tersebut, akan dilaporkan ke pihak berwajib.

“Intimidasi tersebut sangat mengganggu kinerja saya sebagai wartawan, besok saya akan melaporkan ancaman pembunuhan itu ke Polda Lampung,” kata Amuri.

Untuk memperkuat laporan acaman pembunuhan terhadap wartawan, akan diperkuat dengan bukti rekaman orang tidak dikenal yang mempersoalkan pemberitaan miring pekerjaan Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang – Bandar Lampung yang menggunakan APBD Lampung Selatan tahun 2021 sebesar  5,6 Miliar, yang dimuat media online tinta informasi.
“Saya sudah memiliki alat bukti rekaman pecakapan orang tidak dikenal yang mengancam mau membunuh saya bersama keluarga, intimidasi sangat mengusik ketenangan kami,” Ujarnya.

Intimidasi dan acaman pembunuhan ini mendapat tanggapan tokoh Politik Lampung yang juga Ketua Umum Lembaga Pengawasan Pembangunan Lampung (LPPL), Alzier Dianis Thabrani. Alzir minta Kajati untuk periksa pekerjaan Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang – Bandar Lampung yang menggunakan APBD Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021 sebesar 5,6 Miliar.

Alzier Dianis Thabrani menyikapi pemberitaan tentang adanya dugaan Volume pekerjaan Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang – Bandar Lampung dikerjakan oleh Rekanan PT Djuri Teknis tidak sesuai RAB. Bahkan, pekerjaannya terkesan asal jadi.

Proyek Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang – Bandar Lampung yang berada di Kecamatan Tanjung Bintang dengan Volume sesuai RAB sepanjang 4375 meter ternyata diduga hanya dikerjakan oleh Rekanan sepanjang 3797. Sehingga diduga ada sekitar 578 meter volume yang hilang.

Akibat dari ulah Rekanan ini, diduga ratusan juta APBD Lampung Selatan untuk pekerjaan itu Raib tak jelas.

“Ini harus dipertanggungjawabkan, dalam hal ini Bupati sebagai pemangku kebijakan dan Kepala Dinas PU-PR Lampung Selatan harus tegas. Jangan seenaknya saja, ini duit negara,” tegas Alzier (14/11/2021) kemarin.

Untuk itu, cetus Alzier, pihaknya berharap pihak Kejati untuk segera memproses Bupati, Kepala Dinas dan Kontraktornya.

“Harus diproses segera dan usut tuntas,” ucapnya tegas.

Di tegaskan Alzier, bila benar terbukti dugaan pengurangan volume pada pekerjaan Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang – Kota Bandar Lampung itu benar adanya, maka itu sudah termasuk perbuatan melawan hukum.

“Itu kan Pidana, perbuatan mengurangi volume itu tindakan Pidana. Gak usah repot repot, kalau sudah tidak sesuai dengan kontrak, tidak sesuai dengan spek dan faktanya bila melanggar kontrak kerja tidak sesuai dengan tujuannya apa lagi sampai volume nya dikurangi. Nunggu apa lagi, tangkap saja penanggung jawabnya, “Cetus tokoh politik Lampung yang ternama ini.

Hingga berita ini diterbitkan siapa pengancam dan dalangnya, belum diketemukan untuk dimintai konfirmasi nya, sehingga berita ini membutuhkan informasi lebih lanjut. (Tim)

About Redaksi 2678 Articles
Teruslah berkarya