Konflik Masyarakat Pubian dan PT. Gunung Aji Jaya, Ketum PWDPI: Masyarakat Menahan Diri dan Kedepankan Cara Kearipan Lokal

Ketua Umum Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia, (PWDPI) Nurullah.

 

 

SEPULUHDETIK.CO.ID – Mengenai Konflik yang berkepanjangan antar Masyarakat Pubian Kabupaten Lampung Tengah dan PT Gunung Aji Jaya, Ketum PWDPI angkat Bicara.

Ketua Umum PWDPI sekaligus putra daerah asli Pubian, Nurullah mengatakan, saya terlebih dulu mengucapka ikut prihatin atas kejadian yang ada dikampung halaman.

Kiranya saudara-saudara saya dapat menahan diri agar tidak lagi terjadi kejadian serupa. Saya juga ikut mendukung atas langkah aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk mennyelesaikan masalah tersebut baik secara hukum yang berlaku ataupun secara kekeluargaan.

Saya juga berharap para tokoh-tokoh adat, agama serta para pemimpin-pemimpin kita yang duduk di DPR RI, Provinsi serta kabupaten ikut serta mendinginkan suasana. Sebab bisa saja hal ini akan terjadi lagi konflik-konflik serupa.

Kiranya juga para tokoh adat atau masyarakat seperti, mantan-mantan Gubenur, Syachroedin, Riyakudu atau Alzier, Zulkifli Hasan dan lain-lain ikut serta turun mendinginkan situasi yang saat ini berdasarkan informasi masyarakat mencekam ketakutan. Kasian masyarakat yang tidak tau apa-apa ikut kebawa-bawa. Sampai-sampai informasi anak mau sekolah ketakutan dan bannyak bapak-bapak yang meninggalkan rumah.

Masukan saya juga, dalam menangani masalah adat itu sebaiknya mengedepankan dengan cara kearipan local. Tidak bisa hannya mengunakan langkah hukum Negara saja namun hukum adat dan agama harus diprgunakan.

Sekedar mengingatkan saja untuk masyarakat lampung dulu saat dijabat mantan Kapolda Lampung, Irjen.Pol (P), DR.Hi.Ike Edwin, S.Ik, SH,MH menjabat kapolda, beliau sukses menangani konflik diLampung dengan programnya yakni anjau silau atau Kearifan local sehingga mendapat rekor Dunis dari Muri.

Kenapa sosok beliau salah satunya tidak dipakai untuk meredam masalah tersebut. Sebab berdasarkan informasi yang berkonflik adalah suku lampung dan tanah adat. Minta kepada Dang Ike untuk menajak masyarakat dan adat untuk duduk bersama dalam mencari solusi atau memecahkan masalah ini.

Jangan sampai para aparat dalam mennyelesaikan masalah namun menimbulkan masalah baru. Memang kejadian tersebut sudah merugikan perusahaan yang telah dilakukan oleh masyarakat. Namun masyarakat juga bannyak juga yang telah dirugikan akibat bentrok masa dengan aparat kepolisian. Hukum Harus ditegakkan, namun solusi agar tidak berkepanjangan juga harus dipikirkan, pungkasnya. (Tiem)

About Redaksi 2678 Articles
Teruslah berkarya