DPW BAIN HAM RI Mengecam Keras Dugaan Penyelewengan DD di Desa Labuhan Makmur

Ketua DPW BAIN HAM RI Provinsi Lampung Ferry Saputra, Saat Investigasi di Desa Labuhan Makmur.

MESUJI, SEPULUHDETIK.CO.ID — Viralnya pemberitaan dugaan penyimpangan dana APBDes 2021 Desa Labuhan Makmur, Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji yang dipublikasikan oleh puluhan media di Kabupaten Mesuji, menjadi sorotan publik. Pasalnya, Kepala Desa Labuhan Makmur atas nama Madson Bakri diduga kuat telah menyelewengkan sejumlah anggaran pembangunan dan kegiatan yang dianggarkan dari Dana Desa untuk berbagai kegiatan di Desa setempat pada APBDes 2021.

Menanggapi viralnya pemberitaan tersebut, Ketua DPW BAIN HAM RI Provinsi Lampung, Ferry Saputra YS angkat bicara dan mengecam tegas oknum Kades Labuhan Makmur Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji atas nama Madson Bakri yang diduga kuat telah menyimpangkan sejumlah Dana APBDes 2021 seperti telah tertera dari hasil Monev (Monitoring dan Evaluasi) Pelaksanaan APBDes 2021 Desa Labuhan Makmur yang telah viral dan diketahui publik.

Kepada awak media, Ferry Saputra pun menyampaikan dengan tegas kalau DPW BAIN HAM RI Provinsi Lampung akan turut serta melaporkan dan berkoordinasi dengan semua pihak APH terkait agar hal tersebut segera ditindaklanjuti dan ditangani secara proses hukum yang berlaku, Kamis (13/01/2022).

“Saya selaku Ketua DPW BAIN HAM RI Provinsi Lampung, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Lampung usut tuntas permasalahan dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa yang dilakukan oleh Oknum Kepada Desa Labuhan Makmur Madson Bakri, karena jika saya simak dari sejumlah pemberitaan seperti hasil Monev (Monitoring Hasil Evaluasi) Pelaksanaan APBDes Tahun 2021, Nomor TM.00.04/632/VI.05/2021 Desa Labuhan Makmur pada tanggal 17 Desember 2021, rekapitulasi realisasi anggaran Dana Desa tahun 2020-2021, dan beberapa dokumentasi lainnya termasuk Print Out laporan berita disejumlah media sudah sangat jelas dan real adanya penyimpangan tersebut, saya berharap pihak Inspektorat Kabupaten Mesuji pun harus tegas dalam hal ini sebagai APIP dan tidak ada alasan apapun lagi untuk tidak menindaklanjutinya,” tegasnya.

“Siapapun yang bermain-main dengan Dana Desa seperti yang terjadi di Desa Labuhan Makmur, Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji, Kami DPW BAIN HAM RI Provinsi Lampung akan melaporkan hal tersebut ke Kajari atau Kajati Lampung dan data-datanya sudah ada di kantor kami.” Pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Kecamatan Way Serdang telah melayangkan Surat Penyampaian Hasil Monev (Monitoring Hasil Evaluasi) Pelaksanaan APBDes Tahun 2021, Nomor TM.00.04/632/VI.05/2021 Desa Labuhan Makmur pada tanggal 17 Desember 2021 lalu yang tertulis beberapa jenis kegiatan pembangunan Desa serta Kegiatan Penanganan Covid-19 yang diduga tidak sesuai RAB dan SPP yang diduga terindikasi Fiktif, diantaranya, jenis batu yang ada dilapangan tidak sesuai dengan jenis batu yang ada pada RAB.

Pada RAB dianggarkan Batu Base B, sedangkan di lapangan jenia batu yang ada adalah batu subbase/basecourse. Jumlah total batu yang ada di lapangan belum sesuai dengan jumlah total yang ada pada RAB, dilapangan jumlah batu 260 M3 sedangkan pada RAB jumlahnya 388 M3, sehingga masih kurang 128 M3. Pekerjaan pengamparan batu belum dilaksanakan.

Sementara SPP (Surat Permintaan Pembayaran) atas upah pengamparan batu secara PKT (Padat Karya Tunai) sudah dicairkan dananya, ini diduga sebagai kegiatan Fiktif, dan adapun pada kegiatan penanganan Covid-19 anggaran 8% ada beberapa kegiatan dan belanja yang belum terealisasi, sedangkan SPP (Surat Permintaan Pembayaran) sudah terealisasi.

Reporter : Handri.

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksisepuluhdetik@gmail.com, Terimakasih.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*